ActionCrimeDramaMovie

Review Film 12 Hari (2022): Perjalanan Emosional dalam Menemukan Makna Hidup

Sinopsis Film

Ridho dijebloskan ke penjara setelah membunuh kawanan begal sebagai bentuk pertahanan diri. Selama berada di balik jeruji besi, Ridho menghadapi perlakuan tidak adil dan sering menjadi korban penganiayaan oleh rekan-rekan satu selnya.

Setelah menjalani hukuman selama 12 tahun, Ridho dibebaskan dan menghadapi kesulitan dalam mencari pekerjaan. Satu-satunya orang yang memberikan kesempatan kerja adalah Siti, pemilik toko kelontong yang baik hati. Di tengah perjuangannya, Ridho teringat akan surat yang diterimanya enam tahun lalu di penjara, yang memberitahukan tentang kematian ibunya. Pencarian informasi tentang kematian ibunya membawa Ridho kepada Annisa, putri Siti, yang diam-diam dicintainya.

Melalui perjalanan ini, Ridho berusaha mencari keadilan dan membangun kembali hidupnya yang hancur. Film ini menggambarkan kisah menyentuh tentang perjuangan, ketabahan, dan cinta sejati yang muncul di tengah kesulitan hidup.

Review Film

12 Hari (2022) adalah sebuah film drama yang menyentuh dan menginspirasi dengan narasi yang kuat dan penggambaran karakter yang mendalam. Disutradarai oleh Prisia Nasution, film ini berhasil menangkap emosi dan kompleksitas perjalanan hidup seorang pria yang sedang mencari makna hidupnya.

Baca Juga:  Review Film Wedding Agreement (2019): Kisah Cinta dengan Nuansa Islami yang Mengharukan

Dari segi cerita, 12 Hari menawarkan plot yang sederhana namun penuh dengan makna. Setiap hari yang dilalui oleh Ridho membawa pelajaran dan pengalaman baru yang membantu membentuk pandangannya tentang hidup. Alur cerita yang terstruktur dengan baik membuat penonton terus terlibat dan tertarik untuk melihat bagaimana perjalanan Bima akan berakhir.

Penampilan Yoga Pratama sebagai Ridho patut diacungi jempol. Dia berhasil menggambarkan karakter yang rapuh namun penuh harapan dengan sangat baik. Emosi yang ditampilkan terasa nyata dan membuat penonton dapat merasakan penderitaan dan kebahagiaan yang dialami oleh Bima.

Selain itu, sinematografi dalam 12 Hari juga sangat mengesankan. Pengambilan gambar yang indah dari pemandangan kampung halaman Ridho menambah kedalaman visual yang mendukung narasi film. Penggunaan pencahayaan alami dan warna-warna hangat menciptakan suasana yang harmonis dan mendalam.

Sutradara Prisia Nasution berhasil menghadirkan film yang tidak hanya menghibur tetapi juga memberikan pesan moral yang kuat tentang pentingnya pengampunan, penerimaan, dan pencarian makna hidup. Dialog-dialog dalam film ini juga ditulis dengan baik, memberikan kedalaman dan keaslian pada setiap karakter.

Baca Juga:  Review Film The First Slam Dunk (2022): Anime Olahraga yang Menegangkan dan Penuh Emosi

Namun, meskipun film ini memiliki banyak kelebihan, beberapa penonton mungkin merasa bahwa tempo cerita agak lambat di beberapa bagian. Beberapa subplot juga mungkin terasa kurang tergarap dengan baik, meninggalkan beberapa pertanyaan yang tidak terjawab.

Secara keseluruhan, 12 Hari (2022) adalah sebuah film drama yang mengharukan dan inspiratif. Dengan penampilan yang kuat dari para pemainnya, narasi yang mendalam, dan sinematografi yang indah, film ini berhasil menyampaikan pesan yang kuat tentang perjalanan hidup dan penemuan diri. Bagi mereka yang menyukai film dengan tema-tema yang mendalam dan emosional, 12 Hari tentu layak untuk ditonton.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button